26 C
Anyar
Kesehatan 10 Penyebab Iritasi Kulit yang Tidak Kamu Duga

10 Penyebab Iritasi Kulit yang Tidak Kamu Duga

Rasa gatal maupun iritasi kulit bisa tiba-tiba muncul tanpa disadari. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya sabun cuci, sabun mandi atau karena gaya hidup yang tidak bersih.

Ketika kulit Anda mengalami iritasi, biasanya Anda akan merasa gatal, kulit tampak bersisik dan berwarna kemerahan, bahkan menimbulkan rasa perih atau nyeri. Pada kondisi ringan, iritasi kulit mungkin tidak berbahaya. Namun, iritasi kulit yang parah bisa mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.

Beragam Penyebab Iritasi Kulit

Mengetahui beragam penyebab iritasi kulit bisa membantu Anda untuk menghindarinya. Berikut adalah beberapa faktor yang bisa menyebabkan iritasi kulit: 

  1. Minyak wangi dan produk untuk wajah
    Sebagian jenis minyak wangi dan pelembap atau pembersih wajah mengandung bahan yang berisiko menyebabkan iritasi kulit. Periksa kandungan produk tiap kali merasakan gatal atau ruam, setelah menggunakan minyak wangi.
  1. Hawa panas
    Cuaca atau hawa yang panas bisa memicu terjadinya masalah kulit atau memperburuk masalah kulit yang terjadi. Ketika cuaca panas, Anda bisa mengalami iritasi kulit dengan gejala ruam merah pada lipatan perut atau ketiak.
  2. Pakaian dengan bahan tertentu
    Pakaian dengan bahan yang kasar, seperti wol, dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada pengidap eksim, seperti atopik dermatitis. Sebagai langkah pencegahan, disarankan untuk mengenakan pakaian berbahan katun.
  3. Produk berbahan karet
    Bahan karet pada tali bra ataupun pinggang celana dapat menyebabkan iritasi kulit terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif. Pilih bra, kondom, ataupun celana dalam dengan bahan lain yang tidak menyebabkan iritasi.
  4. Sabun cuci tangan
    Mencuci tangan terlalu sering dapat meluruhkan minyak alami pada kulit tangan dan menyebabkan iritasi. Kondisi ini bisa juga terjadi saat Anda menggunakan sabun badan dan sabun cuci piring atau pakaian. Iritasi lebih sering terjadi pada sabung yang mengandung banyak deterjen.
  5. Pembersih rumah dan perabot
    Deterjen, pembersih kaca, atau pembersih lantai umumnya mengandung bahan-bahan yang berisiko menyebabkan iritasi kulit. Untuk menghindari iritasi kulit, sebaiknya kenakan sarung tangan saat menggunakan produk-produk ini.
  6. Bunga
    Bunga tulip dan daffodil dapat menyebabkan gatal pada kulit sebagai reaksi alergi. Sebagian orang mengalami iritasi kulit akibat kontak dengan tanaman-tanaman ini selama sepekan atau bertahan selama sebulan.
  7. Makanan pedas
    Iritasi kulit dapat muncul pada sebagian orang, karena memegang makanan tertentu. Misalnya, makanan asam dan pedas. Iritasi kulit muncul sebagai reaksi alergi seseorang terhadap makanan yang dipegangnya.
  8. Nikel pada perhiasan
    Perhiasan, jam tangan, hingga kepala ikat pinggang, terutama yang terbuat dari nikel, dapat menyebabkan iritasi kulit. Kondisi ini sering dialami oleh mereka yang memiliki alergi terhadap beberapa jenis perhiasan.
  9. Gigitan serangga
    Gigitan serangga bisa menyebabkan iritasi kulit pada sebagian orang. Umumnya iritasi ini menyebabkan timbulnya ruam kemerahan. Iritasi yang disebabkan oleh gigitan serangga bisa bermacam-macam, ada yang ringan dan ada juga yang parah.
Baca Juga :  Selain Virus Corona, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Manusia

Pada umumnya, iritasi kulit dapat diatasi sendiri dengan cara kompres menggunakan air dingin atau es batu. Selain itu, Anda juga bisa menyembuhkan iritasi kulit tersebut dengan rutin mengoleskan pelembap kulit. Namun jika iritasi bertambah parah, segera periksa ke dokter untuk penanganan dan pengobatan yang tepat.

Baca Juga :  Masker Terbaik dan Terburuk Menurut Para Ilmuwan
SourceAlodokter
Jurnalilmuhttps://jurnalilmu.com
Jurnalilmu Adalah Situs Kumpulan Artikel Sains, Teknologi, Kesehatan, Sejarah dan Budaya, Serta Tips Dan Trik.

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti

Artikel Populer

Sebelum Bercinta, Jerapah Jantan Minum Urine Pasangannya

Jerapah bukanlah ternasuk hewan yang memiliki masa kawin. Tapi, sama seperti manusia, jerapah betina memiliki siklus bulanan mirip menstruasi, dengan lebih sedikit darah tentunya.Masa-masa...

Kadal Tunjukkan Tanda Cinta dengan Saling Menggigit

Pernahkah Kalian melihat dan juga memperhatikan kadal menggigit satu sama lain, atau tampak seperti mencoba saling memakan satu sama lain?Rupanya, meski terlihat seperti perkelahian...

Masker Terbaik dan Terburuk Menurut Para Ilmuwan

Sebuah Penelitian baru yang dilakukan oleh ilmuwan dari Duke University membantu menjawab pertanyaan masker jenis apa yang paling efektif mencegah droplets. Dalam uji coba...

Pemanasan Global Menjadikan Virus Bertahan Lebih Lama dan Sulit Dibunuh

Pemanasan global menjadikan ancaman penyakit menular meningkat, karena membuat virus-virus bertahan lebih lama susah dibunuh.Sebuah studi para peneliti di Swiss mengungkapkan bahwa virus yang...

Tinta Cumi Punya Berbagai Manfaat Tak Terduga untuk Kesehatan

Ada banyak hidangan laut yang biasa kita konsumsi. Salah satu yang paling populer adalah cumi.Apakah teman-teman pernah melihat cumi yang diolah bersama dengan tintanya?Kalau...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Kamera Observatorium Ini, Hasilkan Gambar 3.200 Megapixel!

Sebuah Kamera utama untuk Observatorium Vera C Rubin baru saja melakukan serangkain uji coba memotret pertamanya. Kamera masa depan ini mencatat rekor dunia baru...

Sebelum Bercinta, Jerapah Jantan Minum Urine Pasangannya

Jerapah bukanlah ternasuk hewan yang memiliki masa kawin. Tapi, sama seperti manusia, jerapah betina memiliki siklus bulanan mirip menstruasi, dengan lebih sedikit darah tentunya.Masa-masa...

Kadal Tunjukkan Tanda Cinta dengan Saling Menggigit

Pernahkah Kalian melihat dan juga memperhatikan kadal menggigit satu sama lain, atau tampak seperti mencoba saling memakan satu sama lain?Rupanya, meski terlihat seperti perkelahian...

Masker Terbaik dan Terburuk Menurut Para Ilmuwan

Sebuah Penelitian baru yang dilakukan oleh ilmuwan dari Duke University membantu menjawab pertanyaan masker jenis apa yang paling efektif mencegah droplets. Dalam uji coba...

Pemanasan Global Menjadikan Virus Bertahan Lebih Lama dan Sulit Dibunuh

Pemanasan global menjadikan ancaman penyakit menular meningkat, karena membuat virus-virus bertahan lebih lama susah dibunuh.Sebuah studi para peneliti di Swiss mengungkapkan bahwa virus yang...