25 C
Anyar
Sains Kamera Observatorium Ini, Hasilkan Gambar 3.200 Megapixel!

Kamera Observatorium Ini, Hasilkan Gambar 3.200 Megapixel!

Sebuah Kamera utama untuk Observatorium Vera C Rubin baru saja melakukan serangkain uji coba memotret pertamanya. Kamera masa depan ini mencatat rekor dunia baru untuk bidikan tunggal terbesar oleh kamera digital raksasa.

Sensor pencitraan pada Observatorium Vera C Rubin, terdiri dari bidang fokus untuk kamera digital berukuran sebesar mobil SUV. Kamera digital raksasa ini menangkap gambar dengan kualitas 3.200 megapiksel.

Kamera utama untuk Observatorium Vera C. Rubin. Foto: SLAC
Kamera utama untuk Observatorium Vera C. Rubin. Foto: SLAC

Adapun pengujian, seperti dikutip dari Space.com, dilakukan di Laboratorium Akselerator Nasional milik Departemen Energi AS (SLAC) di California.

“Foto-foto itu adalah gambar jepretan tunggal terbesar yang pernah diambil,” kata pejabat SLAC.

“Begitu besarnya, sehingga untuk menampilkan satu foto berukuran penuh akan memerlukan TV Ultra HD 378 4K. Saking bagus resolusinya, sebuah bola golf bisa terlihat dari jarak 25 kilometer,” sambung SLAC memberikan gambaran.

Namun gambar pertama dari perangkat yang dijuluki kamera masa depan ini bukan bola golf yang diambil dari jarak jauh. Tim SLAC yang membangun kamera Legacy Survey of Space and Time (LSST) ini berfokus pada objek di sekitar, termasuk salah satunya detail brokoli Romanesco, yang permukaannya bertekstur rumit.

“Bisa mengambil gambar ini adalah pencapaian besar. Dengan spesifikasi yang ketat, kami benar-benar mendorong batas dari apa yang mungkin untuk memanfaatkan setiap milimeter persegi bidang fokus dan memaksimalkan ilmu yang dapat kami lakukan dengannya,” kata salah satu ilmuwan di SLAC Aaron Roodman.

Baca Juga :  4 Perantara Yang bisa Membantu Perkembangbiakan Generatif pada Tumbuhan

Seperti sensor pencitraan di kamera ponsel, bidang fokus kamera LSST mengubah cahaya yang dipancarkan atau dipantulkan oleh suatu objek menjadi sinyal listrik yang menghasilkan foto digital. Tetapi inti pencitraan kamera LSST jauh lebih besar, lebih kompleks, dan lebih mampu dibandingkan produk elektronik konsumen mana pun.

Kamera tersebut dijadwalkan siap untuk pengujian terakhir pada pertengahan tahun depan. Selanjutnya, SLAC akan mengirimnya ke Andes, Chili, tempat Observatorium Vera C Rubin sedang dibangun.

Observatorium yang sebelumnya dikenal dengan nama Large Synoptic Survey Telescope ini akan menggunakan cermin selebar 8,4 m dan kamera 3,2 miliar piksel untuk melakukan studi penting tentang kosmos selama 10 tahun.

Kamera ini akan menghasilkan panorama langit selatan setiap beberapa malam, mengumpulkan ‘harta karun’ astronomi yang akan mencakup citra sekitar 20 miliar galaksi yang berbeda.

“Data-data dari kamera ini akan meningkatkan pengetahuan kita mengenai bagaimana galaksi berevolusi dari waktu ke waktu dan memungkinkan kami menguji pemodelan materi hitam lebih dalam dan tepat,” kata Steven Ritz ilmuwan LSST Camera dari University of California.

“Observatorium ini akan menjadi fasilitas yang menakjubkan untuk studi sains yang lebih luas, mulai dari detail sistem tata surya kita hingga studi mengenai objek jauh di luar angkasa,” tutupnya.

Jurnalilmuhttps://jurnalilmu.com
Jurnalilmu Adalah Situs Kumpulan Artikel Sains, Teknologi, Kesehatan, Sejarah dan Budaya, Serta Tips Dan Trik.

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti

Artikel Populer

Kadal Tunjukkan Tanda Cinta dengan Saling Menggigit

Pernahkah Kalian melihat dan juga memperhatikan kadal menggigit satu sama lain, atau tampak seperti mencoba saling memakan satu sama lain?Rupanya, meski terlihat seperti perkelahian...

Masker Terbaik dan Terburuk Menurut Para Ilmuwan

Sebuah Penelitian baru yang dilakukan oleh ilmuwan dari Duke University membantu menjawab pertanyaan masker jenis apa yang paling efektif mencegah droplets. Dalam uji coba...

Pemanasan Global Menjadikan Virus Bertahan Lebih Lama dan Sulit Dibunuh

Pemanasan global menjadikan ancaman penyakit menular meningkat, karena membuat virus-virus bertahan lebih lama susah dibunuh.Sebuah studi para peneliti di Swiss mengungkapkan bahwa virus yang...

Tinta Cumi Punya Berbagai Manfaat Tak Terduga untuk Kesehatan

Ada banyak hidangan laut yang biasa kita konsumsi. Salah satu yang paling populer adalah cumi.Apakah teman-teman pernah melihat cumi yang diolah bersama dengan tintanya?Kalau...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Kamera Observatorium Ini, Hasilkan Gambar 3.200 Megapixel!

Sebuah Kamera utama untuk Observatorium Vera C Rubin baru saja melakukan serangkain uji coba memotret pertamanya. Kamera masa depan ini mencatat rekor dunia baru...

Sebelum Bercinta, Jerapah Jantan Minum Urine Pasangannya

Jerapah bukanlah ternasuk hewan yang memiliki masa kawin. Tapi, sama seperti manusia, jerapah betina memiliki siklus bulanan mirip menstruasi, dengan lebih sedikit darah tentunya.Masa-masa...

Kadal Tunjukkan Tanda Cinta dengan Saling Menggigit

Pernahkah Kalian melihat dan juga memperhatikan kadal menggigit satu sama lain, atau tampak seperti mencoba saling memakan satu sama lain?Rupanya, meski terlihat seperti perkelahian...

Masker Terbaik dan Terburuk Menurut Para Ilmuwan

Sebuah Penelitian baru yang dilakukan oleh ilmuwan dari Duke University membantu menjawab pertanyaan masker jenis apa yang paling efektif mencegah droplets. Dalam uji coba...

Pemanasan Global Menjadikan Virus Bertahan Lebih Lama dan Sulit Dibunuh

Pemanasan global menjadikan ancaman penyakit menular meningkat, karena membuat virus-virus bertahan lebih lama susah dibunuh.Sebuah studi para peneliti di Swiss mengungkapkan bahwa virus yang...