32 C
Anyar
Kesehatan Masker Terbaik dan Terburuk Menurut Para Ilmuwan

Masker Terbaik dan Terburuk Menurut Para Ilmuwan

Sebuah Penelitian baru yang dilakukan oleh ilmuwan dari Duke University membantu menjawab pertanyaan masker jenis apa yang paling efektif mencegah droplets. Dalam uji coba yang dilakukan, ahli menggunakan perangkat laser sederhana untuk membandingkan 14 jenis masker.

Dengan memakai masker, kita dapat membantu mengurangi penularan Covid-19. Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak semua jenis masker wajah dapat efektif memblokir droplets atau tetesan berisi virus saat kita batuk, bersin, berbicara, atau bahkan bernapas.

“Pertanyaan pentingnya, seberapa baik jenis masker tertentu mencegah penyebaran virus dalam droplets,” kata pemimpin peneliti sekaligus spesialis pencitraan molekuler Martin Fischer.

Lalu, jenis masker seperti apa yang baik untuk digunakan?

Pertanyaan ini sangat relevan dengan pandemi Covid-19, mengingat banyak orang membeli masker secara online atau membuatnya sendiri di rumah.

Pengujian masker yang dilakukan sejauh ini adalah menguji keefektifan masker bedah dan masker N95, bukan masker kain atau kain penutup wajah yang bisa longgar.

“Masker bedah biasanya dipakai tenaga medis. Itu telah banyak diuji dalam pengaturan klinis,” kata Fischer.

“Namun sejauh yang kita tahu, keefektifan berbagai jenis masker lain, terutama masker kain belum diuji,” imbuhnya seperti dilansir Science Alert, Senin (10/8/2020).

Karena itulah, Fischer dan timnya melakukan eksperimen dengan media laser mudah dibuat dan murah, untuk menguji bagaimana keefektifan berbagai jenis masker dalam mencegah droplets yang keluar dari mulut saat berbicara.

Dalam uji cobanya, tim Fischer menggunakan lensa untuk mengubah lensa menjadi cahaya. Lembaran cahaya tipis itu akan bersinar melalui selungkup gelap yang terbuat dari karton dan lakban, ini akan membantu kita melihat ketika ada droplet melewatinya dengan bantuan kamera handphone.

Mereka meminta orang mengucapkan “Tetap sehat” ke arah lembaran cahaya sambil mengenakan 14 jenis masker. “Kami memastikan, ketika orang berbicara dan droplets keluar mulut. Ini berarti, penyakit tetap dapat menyebar dengan berbicara, tanpa batuk atau bersin,” kata Fischer.

Baca Juga :  Selain Virus Corona, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Manusia

“Kami juga melihat, beberapa masker bekerja lebih efektif dibanding yang lain dalam memblokir partikel yang keluar,” imbuhnya.

Hasil penelitian yang terbit di Science Advances, Jumat (7/8/2020) menunjukkan bahwa masker N95 efektif memblokir sebagian besar tetesan atau droplets yang dilepaskan saat orang berbicara. Kemudian peringkat kedua yang efektif adalah masker bedah dan diikuti masker dari bahan polipropilen.

Sementara masker kain dari katun dan rajutan, sebenarnya mampu memblokir sejumlah droplets tapi tidak seefektif masker N95.

“Dengan kata lain, masker tersebut efektif melindungi pemakainya dari lingkungan luar, tapi tidak melindungi orang lain dari pemakainya. Dan itu adalah peran kedua yang penting dalam mengurangi penyebaran Covid-19,” kata Fischer.

Hasil mengejutkan adalah masker bandana atau yang dikenal dengan buff.

Dalam eksperimen tersebut, buff dinilai sebagai masker yang paling tidak efektif. Bahkan lebih buruk dibanding ornag yang tidak memakai masker sama sekali. Para peneliti berpikir, ini karena buff justru membuat droplet semakin berkembang biak di udara.

Baca Juga: Selain Virus Corona, Hal Ini Juga Mengancam Kesehatan Manusia

“Mungkin banyak orang berpikir, menggunakan masker jenis apa saja lebih baik dibanding tidak memakainya sama sekali. Tapi, hal itu salah,” kata Fischer.

“Kami mengamati bahwa jumlah droplets meningkat saat orang memakai buff. Kami yakin, bahan yang digunakan pada buff dapat memecah droplets menjadi partikel berukuran lebih kecil. Hal ini membuat pengguna buff menjadi kontraproduktif, karena tetesan yang lebih kecil lebih mudah terbawa udara dan membahayakan orang di sekitar,” paparnya.

Baca Juga :  Bahaya Olahraga Secara Berlebihan

Penelitian ini kembali menyoroti bahwa tidak semua masker memiliki tingkat keefektifan yang sama. Jika Anda benar-benar ingin melindungi orang lain dan membantu mengurangi penyebaran virus corona, Anda perlu berpikir masker mana yang paling tepat dipakai.

Jurnalilmuhttps://jurnalilmu.com
Jurnalilmu Adalah Situs Kumpulan Artikel Sains, Teknologi, Kesehatan, Sejarah dan Budaya, Serta Tips Dan Trik.

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti

Artikel Populer

Sebelum Bercinta, Jerapah Jantan Minum Urine Pasangannya

Jerapah bukanlah ternasuk hewan yang memiliki masa kawin. Tapi, sama seperti manusia, jerapah betina memiliki siklus bulanan mirip menstruasi, dengan lebih sedikit darah tentunya.Masa-masa...

Kadal Tunjukkan Tanda Cinta dengan Saling Menggigit

Pernahkah Kalian melihat dan juga memperhatikan kadal menggigit satu sama lain, atau tampak seperti mencoba saling memakan satu sama lain?Rupanya, meski terlihat seperti perkelahian...

Masker Terbaik dan Terburuk Menurut Para Ilmuwan

Sebuah Penelitian baru yang dilakukan oleh ilmuwan dari Duke University membantu menjawab pertanyaan masker jenis apa yang paling efektif mencegah droplets. Dalam uji coba...

Pemanasan Global Menjadikan Virus Bertahan Lebih Lama dan Sulit Dibunuh

Pemanasan global menjadikan ancaman penyakit menular meningkat, karena membuat virus-virus bertahan lebih lama susah dibunuh.Sebuah studi para peneliti di Swiss mengungkapkan bahwa virus yang...

Tinta Cumi Punya Berbagai Manfaat Tak Terduga untuk Kesehatan

Ada banyak hidangan laut yang biasa kita konsumsi. Salah satu yang paling populer adalah cumi.Apakah teman-teman pernah melihat cumi yang diolah bersama dengan tintanya?Kalau...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Kamera Observatorium Ini, Hasilkan Gambar 3.200 Megapixel!

Sebuah Kamera utama untuk Observatorium Vera C Rubin baru saja melakukan serangkain uji coba memotret pertamanya. Kamera masa depan ini mencatat rekor dunia baru...

Sebelum Bercinta, Jerapah Jantan Minum Urine Pasangannya

Jerapah bukanlah ternasuk hewan yang memiliki masa kawin. Tapi, sama seperti manusia, jerapah betina memiliki siklus bulanan mirip menstruasi, dengan lebih sedikit darah tentunya.Masa-masa...

Kadal Tunjukkan Tanda Cinta dengan Saling Menggigit

Pernahkah Kalian melihat dan juga memperhatikan kadal menggigit satu sama lain, atau tampak seperti mencoba saling memakan satu sama lain?Rupanya, meski terlihat seperti perkelahian...

Masker Terbaik dan Terburuk Menurut Para Ilmuwan

Sebuah Penelitian baru yang dilakukan oleh ilmuwan dari Duke University membantu menjawab pertanyaan masker jenis apa yang paling efektif mencegah droplets. Dalam uji coba...

Pemanasan Global Menjadikan Virus Bertahan Lebih Lama dan Sulit Dibunuh

Pemanasan global menjadikan ancaman penyakit menular meningkat, karena membuat virus-virus bertahan lebih lama susah dibunuh.Sebuah studi para peneliti di Swiss mengungkapkan bahwa virus yang...