27 C
Anyar
Sejarah Dan Budaya Melalui Dagelan Farce, Budaya Indonesia dan Prancis Bersatu

Melalui Dagelan Farce, Budaya Indonesia dan Prancis Bersatu

Farce adalah seni peran bertemakan lawak yang bersifat satir (menyindir).

Farce merupakan dagelan ala Prancis yang sudah ada sejak abad pertengahan. Ia berupa permainan kata seperti plesetan, pengulangan, dan peniruan yang menghibur mata penonton untuk melepaskan penat kehidupan sehari-hari.

Farce dipengaruhi oleh komedi Italia yang menunjukan gerak tubuh, mimik, teriakan, serta dandanan aneh.

Ida Sundari Husen, pada penelitiannya mengatakan bahwa awalnya farce adalah seni rakyat dan menggunakan bahasa rakyat. Namun pada perkembanganya, ia masuk ke kalangan atas dan menyelipkan karya-karya yang lebih serius yakni comédie.

“Tujuan komedi sebagai karya drama adalah menghibur dan mengkritik dengan memperolok sifat dan cacat-cela manusia, keadaan, atau situasi yang konyol,” tulis Ida.

Sindiran yang spesifik mungkin hanya bertahan di satu wilayah saja. Namun, karya-karya Jean-Baptiste Poquelin atau yang akrab dengan nama panggung Molière dan Beaumarchais justru menjangkau masyarakat di negara lain atau bersifat universal.

Bahkan, di Indonesia, karya Beaumarchais pernah diadaptasi dan dipentaskan. Seperti Le Mariage de Figaro oleh Teater Koma pimpinan N. Riantiarno dengan judul Perkawinan Figaro pada 1989.

Baca Juga :  Mengenal Ragnarok, Serangkaian Peristiwa Kiamat Pada Cerita Mitologi Nordik

Le Mariage de Figaro ditulis pada tahun 1780, ia memegang peranan penting dalam adegan-adegan lucu dan sering memunculkan nalar dan logika cerdik yang mengundang tawa.

Sementara, pada adaptasi Teater Koma, menceritakan tentang Figaro dan Susan yang menceritakan rancana pernikahanya. Namun, Susan harus menghadapi tradisi turun-temurun, sebelum mendapat restu dari Almaviva, Susan harus dicicipi keperawananya olehnya. Sebelum diserahkan pada Figaro. Namun Figaro dan Susan menyiasati Almaviva dengan cerdik.

Pementasan itu, dilansir dari laman Teater Koma, menampilkan tokoh-tokoh humor seperti Bartolo, Bazil, Tjetje Rubin, Fanset, Tonio, dan banyak lagi. Tokoh-tokoh itu tak hanya memberikan humor semata. Namun juga memercikan ajaran tentang kehidupan yang keras dan korup.

Teater Koma memainkan lakon ini pada latar sekitar Batavia pada akhir abad ke-19. Ketika Belanda masih memegang kekuasaanya atas Indonesia. Walaupun berbeda budaya, Pentas ini berasal pada akar yang sama yakni bahwa kekuasaan cenderung korup. “Sesudah tertawa, semoga kita kemudian bersedia untuk bercermin,” pesan tertulis pada laman Teater Koma.

Jurnalilmuhttps://jurnalilmu.com
Jurnalilmu Adalah Situs Kumpulan Artikel Sains, Teknologi, Kesehatan, Sejarah dan Budaya, Serta Tips Dan Trik.

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti

Artikel Populer

Kadal Tunjukkan Tanda Cinta dengan Saling Menggigit

Pernahkah Kalian melihat dan juga memperhatikan kadal menggigit satu sama lain, atau tampak seperti mencoba saling memakan satu sama lain?Rupanya, meski terlihat seperti perkelahian...

Masker Terbaik dan Terburuk Menurut Para Ilmuwan

Sebuah Penelitian baru yang dilakukan oleh ilmuwan dari Duke University membantu menjawab pertanyaan masker jenis apa yang paling efektif mencegah droplets. Dalam uji coba...

Pemanasan Global Menjadikan Virus Bertahan Lebih Lama dan Sulit Dibunuh

Pemanasan global menjadikan ancaman penyakit menular meningkat, karena membuat virus-virus bertahan lebih lama susah dibunuh.Sebuah studi para peneliti di Swiss mengungkapkan bahwa virus yang...

Tinta Cumi Punya Berbagai Manfaat Tak Terduga untuk Kesehatan

Ada banyak hidangan laut yang biasa kita konsumsi. Salah satu yang paling populer adalah cumi.Apakah teman-teman pernah melihat cumi yang diolah bersama dengan tintanya?Kalau...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Kamera Observatorium Ini, Hasilkan Gambar 3.200 Megapixel!

Sebuah Kamera utama untuk Observatorium Vera C Rubin baru saja melakukan serangkain uji coba memotret pertamanya. Kamera masa depan ini mencatat rekor dunia baru...

Sebelum Bercinta, Jerapah Jantan Minum Urine Pasangannya

Jerapah bukanlah ternasuk hewan yang memiliki masa kawin. Tapi, sama seperti manusia, jerapah betina memiliki siklus bulanan mirip menstruasi, dengan lebih sedikit darah tentunya.Masa-masa...

Kadal Tunjukkan Tanda Cinta dengan Saling Menggigit

Pernahkah Kalian melihat dan juga memperhatikan kadal menggigit satu sama lain, atau tampak seperti mencoba saling memakan satu sama lain?Rupanya, meski terlihat seperti perkelahian...

Masker Terbaik dan Terburuk Menurut Para Ilmuwan

Sebuah Penelitian baru yang dilakukan oleh ilmuwan dari Duke University membantu menjawab pertanyaan masker jenis apa yang paling efektif mencegah droplets. Dalam uji coba...

Pemanasan Global Menjadikan Virus Bertahan Lebih Lama dan Sulit Dibunuh

Pemanasan global menjadikan ancaman penyakit menular meningkat, karena membuat virus-virus bertahan lebih lama susah dibunuh.Sebuah studi para peneliti di Swiss mengungkapkan bahwa virus yang...